Dewi Persik Telanjang dalam Film Nyi Blorong

Dewi Persik Telanjang dalam Film Nyi Blorong-Lagi-lagi, Dewi Persik membuat sebuah sensasi.

Foto Dewi Persik yang hampir telanjang dalam Film terbarunya "Nyi Blorong (Titisan Ratu Pantai Selatan Dewi Ular)". Setelah diklarifikasi, ternyata foto telanjang itu tidak benar adanmya. Cuman yang ada foto yang nayris telanjang. Foto-foto tersebut tersebar atau disebarkan sendiri melalui account twitter Dewi Persik.

Dewi Persik baru saja mengunggah foto bugilnya di akun Twitter. Foto tersebut merupakan salah satu adegan dalam film baru Depe. "Nyi Blorong (Titisan Ratu Pantai Selatan Dewi Ular)". Mantan istri Saiful Jamil ini mengunggah foto tersebut untuk mempromosikannya pada fans.

Dalam foto itu Depe tampak tak memakai busana dan menoleh ke samping. Foto tersebut diambil dari arah samping dengan setting buram. "Next movie titisan nyi blorong (Dewi ular)," ujar Depe.

"Saya tidak pakai busana apapun, tapi full dance, bukan porno atau gimana. Tarian tiang kayak ular dalam keadaan vulgar, tapi art. Selayaknya seperti ular saja," ujar Depe di lokasi syuting Cinere, Depok, Jawa Barat, Senin (14/1).

Meski demikian, wanita yang akrab dipanggil Depe itu jauh dari pornografi karena dikemas dalam seni. Menurutnya film terbaru ini bisa memotivasi masyarakat untuk menghargai kultur budaya Indonesia.

"Film ini memotivasi, mendidik, bukan suatu hal yang sifatnya porno," tuturnya.

"Nyi Blorong (Titisan Ratu Pantai Selatan Dewi Ular)" berkisah tentang kisah hidup seorang wanita bernama Larasati. Wanita ini lahir di dalam sebuah Gua Blorong dengan dibantu oleh ular raksasa.

Karakter Larasati tersebut akan diperankan oleh Depe di film yang diproduseri Shanker RS ini.

Seperti apa sih foto yang dikatakan telanjang yang di upload Dewi Persik. Berikut data yang kami dapat :


Apa yang dilakukan oleh Dewi Persik yang katanya "mendidik", jelas-jelas itu tidak mendidik. Sistem pergaulan masyarakat yang rusak tidak bisa dipungkiri merupakan salah satu pengaruh media. Media di sini termasuk film dan para pemerannya, apabila pemeran film seperti ini "telanjang", maka bagaimana pandangan orang yang melihatnya. Apalagi kalau yang melihat film tersebut banyak kalangan anak-anak.

Apapun alasannya. pornografi tetap pornografi. Tidak dibenarkan atas nama profesionalisme atau atas nama seni. Semua ada batasnya.

Pemerintah harus selektif dalam memilih film yang layak untuk disuguhkan kepada masyarakat luas.