Warning....! Bahaya Buruk Aborsi Bagi Wanita

akibat-bahaya-efek-buruk-aborsi-bagi-wanita
Bahaya Buruk Aborsi Bagi Wanita-Kasus aborsi di Indonesia tiap tahun kian meningkat. Yang berarti, tiap tahun terjadi pembunuhan bayi dalam kandungan dalam jumlah besar-besaran.

Ironisnya, kasus aborsi banyak pula dilakukan oleh para remaja wanita, atau mereka yang belum menikah kemudian hamil, maka tidak ada jalan satu-satunya selain melakukan aborsi. Padahal aborsi sangatlah berbahaya bagi wanita. Banyak efek buruk yang mengintai dari aborsi.


Setiap tahun, diperkirakan ada 2,5 juta nyawa tak berdosa melayang sia-sia akibat aborsi. Angka ini terhitung besar sebab jumlahnya separuh dari jumlah kelahiran di Indonesia, yaitu 5 juta kelahiran per tahun. "Dari 2,5 jutaan pelaku aborsi tersebut, 1 - 1,5 juta di antaranya adalah remaja. Remaja sudah bisa aktif secara seksual, namun sulit memperoleh alat kontrasepsi. Akibatnya terjadi kehamilan yang tidak diinginkan," kata Sudibyo Alimoesa, Deputi Bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga (KSPK) BKKBN saat dihubungi detikHealth, Rabu (30/5/2012).

Kalau di wilayah perkotaan, untuk melakukan aborsi ditangani oleh dokter, sedang di wilayah pedesaan yang melakukan aborsis dukun. Menurutnya angka kasus aborsi di Indonesia tercatat lebih tinggi dibandingkan negara lain di Asia, seperti Singapura dan Korea Selatan.

Dari sekian banyak cara untuk melakukan aborsi, setidaknya ada beberapa hal tentang bahaya buruk aborsi bagi wanita : 

  1. Robeknya rahim akibat salah sedot yang dapat mengakibatkan pendarahan hebat yang terkadang berakhir pada operasi pengangkatan rahim. Peradangan dapat terjadi dengan mudahnya jika masih ada sisa-sisa plasenta atau bagian dari janin yang tertinggal di dalam rahim. Hal inilah yang paling sering terjadi yang dikenal dengan komplikasi pasca-aborsi.
  2. Munculnya keluhan penyakit rahim (seperti pendarahan rahim, tidak terjadinya menstruasi, dsb). Komplikasi yang sering terjadi antara lain robeknya dinding rahim yang dapat menjurus hingga ke kandung kencing. 
  3. Pendarahan hebat, pusing-pusing, muntah-muntah, rasa sakit hingga kematian.
  4. Aborsi Meningkatkan Risiko Kanker Payudara. Penelitian oleh National Cancer Institute (NCI), sebuah badan penelitian nasional di Amerika Serikat, mempublikasikan hasilnya pada April 2009 mengenai kaitan antara kontrasepsi dan kanker payudara. Di antaranya dikemukakan juga bahwa aborsi meningkatkan risiko kanker payudara pada wanita sebesar 40% di samping kontrasepsi oral yang diperkirakan meningkatkan risiko kanker payudara pada wanita berusia < 45 tahun. Penelitian ini dipimpin oleh Louise Brinon dari NCI. Para kelompok advokasi wanita mempertanyakan, mengapa sampai saat ini para wanita masih belum mendapat informasi tentang hal tersebut.
  5. Kehamilan ektopik. Dalam kasus yang jarang terjadi seperti kehamilan ektopik (kehamilan terjadi di saluran tuba), pil aborsi bisa mengakibatkan kematian. Pil aborsi yang dikonsumsi wanita dengan kehamilan ektopik bisa menyebabkan saluran tuba pecah. Jika saluran tuba pecah dan tidak diperbaiki dalam waktu singkat, hasilnya bisa berakibat fatal dan mengancam kehidupan pasien.
  6. Efek samping psikologis. Efek samping aborsi yang lebih umum adalah depresi dan rasa sakit emosional lainnya. 40 persen wanita yang melakukan aborsi mengklaim mengalami masalah emosional parah.


Hukum Aborsi dalam Islam (http://www.alkhoirot.net)
  1. Ulama sepakat haramnya aborsi apabila usia kandungan mencapai 120 hari. 
  2. Ulama berbeda pendpat tentang hukum aborsi atau menggugurkan kandungan yang usia kehamilan belum mencapai 120 hari. Yang paling berhati-hati adalah haram. Bagi pendapat yang mengharamkan ini yang berasal dari madzhab Maliki dan Hanbali, pelaku pengguguran kandungan wajib membayar kaffarah dan ghurrah yaitu budak kecil atau emas senilai 212.5 gram atau uang senilai itu. Namun, dalam pendapat madzhab Syafi'i tidak mewajibkan denda ghurrah dan kaffarah walaupun dari kalangan ulama yang mengharamkan aborsi. Selain itu, ada pendapat yang memakruhkan dan membolehkan. Dalam kasus hamil karena zina, Imam Ramli dari madzhab Syafi'i membolehkan aborsi sebelum kehamilan mencapai 120 hari.


Munculnya fenomena gunung es aborsi, banyaknya kasus aborsi tiap tahun, angka aborsi banyak dilakukan oleh remaja adalah potret masyarakat yang rusak. Salah analisis masalah yang benar adalah munculnya budaya permissif, hedonisme, free sex, pergaulan bebas, dan sekularisme di tengah-tengah pergaulan masyarakat-pergaulan pria dan wanita. Kapitalisme dan sekularisme yang mendasari seluruh aspek kehidupan bangsa ini! Sistem Kapitalisme yang diadopsi sebagai ideologi negara ini telah melahirkan kebebasan berkeyakinan, berperilaku, berpendapat dan memiliki harta. Inilah yang mendasari penerapan konsep hak asasi manusia (HAM). Akibatnya, semua orang termasuk remaja merasa berhak berbuat apapun, tak peduli orang lain terganggu dengan ulahnya. Perbuatan-perbuatan asusila pun sudah dianggap biasa, karena yang lain juga melakukannya. Inilah yang menjadi sumber lahirnya berbagai penyimpangan perilaku.