Warning ....! Efek Buruk Masturbasi bagi Wanita

Efek Buruk Masturbasi bagi Wanita
Bicara Wanita-Pada kesempatan ini saya mengumpul beberapa tulisan mengenai efek buruk mengenai masturbasi bagi wanita. Ya, masturbasi tidak hanya dilakukan oleh laki-laki tetapi juga dilakoni oleh perempuan. Apa sih itu masturbasi efek buruk masturbasi ?

Masturbasi atau sering disebut onani sebenarnya bukanlah suatu aktivitas yang luar biasa. Aktivitas seksual ini biasa dilakukan baik oleh pria maupun perempuan walaupun dalam persentase yang berbeda. Secara sadar atau tidak, pria maupun wanita terkadang melakukan masturbasi untuk memenuhi kepuasan dalam dirinya. Ada yang terpicu dengan sendirinya, tapi ada pula yang melakukan Onani setelah menonton video bokep dirumah. Namun tahukah anda bahwa ada dampak yang bisa saja kita terima jika kita melakukannya terlalu sering. Dampak buruk Masturbasi dan Onani ini bisa dilihat dari segi fisik maupun non fisik.
Beberapa efek samping masturbasi :
  • Ejakulasi Dini
Terlalu sering masturbasi menyebabkan ejakulasi dini. Ejakulasi berikutnya juga akan memakan waktu lama. Bagi pria yang masturbasi beberapa kali sebelum berhubungan intim, akan sulit mencapai klimaks.

Masalah lain yang timbul adalah berkurangnya sensitivitas terhadap sentuhan orang lain, dan lebih akrab dengan sentuhan diri. Terlalu sering melakukannya juga dapat memicu kulit lecet, pembengkakan organ intim karena tidak menggunakan pelumas.

  • Ditilik dari sisi biologis,
Masturbasi kronik berdampak pada otak dan zat kimia tubuh karena masturbasi memacu produksi hormon seks dan neurotransmitter. Produksi berlebihan hormon seks memberi dampak berbeda pada setiap orang, tapi secara umum gejalanya berupa kelelahan, nyeri pinggul, perubahan penglihatan, nyeri tulang belakang, nyeri testis, dan kerontokan rambut.

  • Rasa bersalah
Masturbasi berdampak negatif secara psikologis. Banyak orang merasa malu dan bersalah setelah melakukannya karena terbentur nilai-nilai budaya, agama atau moral.

Tarik menarik antara kesenangan dan menahan diri berdampak pada harga diri, rasa percaya diri dan cinta. Perasaan bersalah dapat memicu efek psikosomatis seperti sakit kepala, sakit punggung, dan sakit kronis.
  • Masturbasi kronis
Masturbasi kronis mempengaruhi otak dan kimia tubuh akibat kelebihan produksi hormon seks dan neurotransmiter. Meski dampaknya pada setiap orang berbeda, terlalu sering masturbasi dapat memicu gangguan kesehatan seperti kelelahan, nyeri panggul, testis sakit, atau rambut rontok.

Masturbasi berkaitan dengan berkurangnya produksi testosteron dan DHT. Berkurangnya produksi testosteron juga terkait dengan kebiasaan dan gaya hidup seperti konsumsi alkohol, merokok dan berolahraga.
  • Masturbasi kompulsif
Masturbasi ini mempengaruhi kehidupan karena sudah menjadi kebiasaan. Sebagian pria yang masturbasi enam kali sehari bisa saja merasa produktif, sementara lainnya merasa sebaliknya.

Masturbasi kompulsif dapat berdampak negatif pada pekerjaan, hubungan dengan pasangan, harga diri, keuangan, dan sosial, jika tidak dapat menyeimbangkan antara kebutuhan pribadi dan hasrat.